Pesona notebook dengan desain tipis dan cantik terus meningkat. Jika dulu hanya ada Apple MacBook Air di segmen pasar tersebut, kini hampir semua merek memiliki laptop tipis yang hadir dengan sebutan Ultrabook. Tapi sebelum Ultrabook digemakan, Samsung merupakan salah satu vendor pertama yang berkecimpung dalam perlombaan notebook ultraportable. Walau saat itu belum disebut Ultrabook, Samsung Series 9 menggebrak dunia notebook sebagai pesaing tangguh Macbook Air.
Setahun berlalu dan Samsung melahirkan New Series 9 sebagai pewaris seri notebook ultraportable Samsung yang pertama.
Konsep dan desain
Pada saat diperkenalkan pertama kali, Series 9 merebut hati banyak orang dengan desain tipis berbahan metal yang sangat berkelas — dan kesan yang sama juga kami dapatkan pada generasi keduanya ini. Walau tidak menggunakan bahan Duralumin, bahan magnesium-aluminium berwarna biru tua milik New Series 9 masih cukup mewah dan kokoh.
Untuk urusan portabilitas, dapat kami katakan bahwa notebook ultraportable ini adalah salah satu yang terbaik di kelasnya. Dengan ketebalan hanya 12.9 mm dan bobot 1,16 kg, New Series 9 bisa lebih ringan dari buku-buku catatan kami yang tebal. Demikian juga adaptor pengisi dayanya — tipis dan sangat ringkas. Namun kualitas rancang bangunnya bukan yang terbaik yang pernah kami uji.
Goyangan pada engsel layar memang tidak parah, namun saat diguncang posisi layar ikut berubah. Tentunya ini akan lebih sulit terjadi jika engselnya secara tidak sengaja terguncang.
Beberapa notebook tipis memiliki masalah pada bagian keyboard. Karena bentuknya, jarak tombol keyboard ke bagian dasarnya terlalu pendek, sehingga mengurangi kenyamanan saat mengetik. Tapi kami cukup puas dengan keyboard New Series 9 yang masih tergolong nyaman.
Ukuran dan jarak tombol terasa pas di tangan, sementara touchpad yang besar juga responsif. Samsung juga menambahkan fitur LED Backlit yang dapat membantu pengetikan di ruang gelap.
Tapi kami cukup menyayangkan bahan tombol keyboard yang mudah menangkap minyak dari jari tangan.
Konektivitas New Series 9 memang tergolong lengkap, namun sebagian port hadir dalam ukuran spesial seperti mini HDMI, mini LAN, dan port VGA khusus. Akibatnya, Anda harus memberi perhatian ekstra saat menyimpan kabel serta konektor tambahan yang harganya cukup mahal. Tapi satu hal yang kami suka pada desain konektivitas New Series 9 adalah slot SD Card Reader tersembunyi yang sangat praktis.
Fitur
Samsung menyertakan beragam aplikasi bawaan yang memudahkan semua pengaturan dan pengamanan data pada New Series 9.
Pada software Easy Settings, terdapat menu baru bernama Boot Management yang memberi pilihan untuk mengatur perilaku New Series 9 saat booting dan resume. Dan salah satu favorit kami adalah yang akan mengoptimalkan gambar secara otomatis saat menonton film. Untuk membukanya, Samsung menyediakan jalan pintas khusus dengan menekan tombol Fn dan F1.
Samsung juga mengubah tampilan Samsung Recovery Solution sehingga terlihat menarik dan intuitif. Di sini pengguna dapat melakukan backup dan restore data-data dan software di dalamnya. Aplikasi ini juga akan memandu sang pengguna untuk mengenali masalah pada New Series 9 dan memberikan solusi untuk masalah tersebut.
Satu fitur lagi yang menarik adalah Silent Mode yang dapat diakses melalui tombol Fn dan F11. Dengan fitur ini, kinerja fan Series 9 diperlambat hingga tidak mengeluarkan suara, sementara grafis Windows Aero dinonaktifkan agar beban kerja tidak berat.
Kinerja
Kinerja tinggi adalah salah satu hal yang dijanjikan oleh New Series 9. Notebook ultraportable Samsung teranyar ini ditenagai oleh prosesor Intel Core i5-3317U berkecepatan 1,7 GHz dan RAM 4GB. Berkat prosesor Ivy Bridge dual core berteknologi Hyper Threading tersebut, Samsung New Series 9 menjanjikan performa multi tasking dan aplikasi dasar yang memuaskan.
Untuk menguji kemampuannya, kami menggunakan software benchmark PC Mark Vantage, 3D Mark06 dan PC Mark 7. Pada pengujian PCMark Vantage, New Series 9 hanya mendapat skor 6741 saja. Nilai tersebut memang tergolong sedikit di bawah rata-rata kelasnya, namun tetap lebih baik dari sebagian notebook berprosesor Sandy Bridge. Hasil yang lebih baik terlihat saat kami mengujinya dengan 3DMark 06. Berkat chip grafis Intel HD Graphics 4000, New Series 9 berhasil meraih skor 5146. Sedangkan pada PCMark 7, skornya 3726.
Ketika mengujinya dengan aplikasi Photoshop CS5, New Series 9 menyuguhkan performa yang sangat baik dibandingkan dengan notebook Sandy Bridge yang pernah kami coba. Kami membuka 32 foto berukuran 5 MP secara bersamaan untuk diedit dan semua berjalan dengan cepat.
Dapat dibilang, rahasia dibalik kecepatan Samsung terletak di SSD tersebut. Saat menguji waktu booting (cold boot), kami sangat terkagum dengan hasilnya. New Series 9 hanya butuh waktu sekitar 12 detik saja dari kondisi mati sampai menyala masuk ke Windows. Waktu resume dari mode Stand-by juga cukup cepat, yakni kurang dari 2 detik. Rupanya rahasianya juga terletak pada software FastBoot yang dimasukkan Samsung untuk mempercepat dua aktivitas tersebut.
Untuk mengetahui kecepatan transfer data, kami memindahkan film 1080p sebesar 7,95GB dari hard disk eksternal ke desktop New Series 9. Setelah menunggu sekitar 3 menit 55 detik, file tersebut akhirnya selesai terkirim.
Memutar film Full HD memang bukan sebuah tugas yang sulit lagi untuk prosesor Intel Ivy Bridge, namun yang menjadi penilaian kami adalah kenikmatan menonton secara visual dan audio. Film HD 1080p yang kami tonton terlihat sangat indah di layar LED New Series 9 yang tajam dan terang – Walaupun sedikit disayangkan resolusinya belum 1920×1080 pixel. Kualitas audionya pun cukup mencengangkan diantara notebook ultraportable lainnya. Speaker di bagian bawahnya mampu menyuguhkan suara yang keras dan jernih. Namun seperti yang lain, suara bass kurang bertenaga.
Hal terakhir yang menjadi pengujian kami adalah daya tahan baterai. Notebook ultraportable ini mampu bertahan selama sekitar 6 jam setelah kami menggunakannya untuk browsing, menonton satu film HD berdurasi satu setengah jam, serta mengetik di Word.
Kesimpulan
Penggunaan prosesor Intel generasi ketiga benar-benar mendongkrak kinerjanya ke posisi atas diantara semua lini notebook Samsung. Walaupun angka benchmarknya kurang begitu memuaskan, Samsung New Series 9 mampu menyajikan pengalaman komputasi yang baik saat dicoba secara langsung.
Namun prestasi Samsung New Series 9 yang sulit ditandingi terletak pada performa SSD miliknya. Kecepatan waktu booting hanya 12 detik memosisikannya sebagai salah satu, jika tidak, notebook ultraportable yang tercepat saat ini. Tidak hanya itu, membuka aplikasi serta memindahkan file juga menjadi lebih cepat. Keunggulan lain terletak pada layarnya yang tajam dan terang. Namun melihat posisinya sebagai produk premium dengan harga Rp 13.499.000, cukup disayangkan bahwa resolusinya belum Full HD.
Bagi para pekerja kantoran yang membutuhkan komputer yang selalu siap kapan saja, notebook ultraportable terbaru Samsung ini adalah pilihan yang tepat. Dengan paduan kinerja, desain, serta portabilitas yang tinggi, Samsung New Series 9 menjadi salah satu notebook ultraportable terbaik saat ini.
Kelebihan
+ Desain ekstra tipis yang keren
+ Layar terang dan sangat tajam
+ Waktu booting sangat cepat
+ Daya tahan baterai cukup baik
Kekurangan
- Engsel layar kurang kokoh
- Resolusi layar belum Full HD


