BlackBerry sepertinya harus kembali menjual asetnya demi menutup
beban keuangan. Baru-baru ini, perusahaan asal Kanada tersebut
direncanakan akan kembali menjual lahan milik perusahaan dan akan tetap
menggunakannya dengan sistem sewa-menyewa.
BlackBerry disebut akan menjual seluruh hak kepemilikan tanahnya di seluruh Kanada. Bila dijumlahkan jumlah tanah tersebut diperkirakan memiliki luas sekitar 27,87 hektar. Namun hingga saat ini BlackBerry masih belum memberikan konfirmasi soal harga tanah tersebut.
Penjualan tanah ini sendiri merupakan salah satu langkah terbaru yang diambil oleh CEO John Chen demi meningkatkan pendapatan dan mengurangi pengeluaran. Bahkan pada bulan Januari silam, Fairfax Financial kembali menyuntikkan dana sebesar US$ 250 juta, setelah sebelumnya konsorsium tersebut setuju memberikan investasi senilai US$ 1 miliar pada tahun 2013.
Terkait penjualan lahan tersebut, banyak pihak yang menyebutkan bahwa BlackBerry tengah mempertimbangkan untuk memindahkan markas besarnya dari Kanada. Tetapi CEO Chen mengatakan bahwa kota Waterloo tetap akan menjadi global headquarter.
BlackBerry disebut akan menjual seluruh hak kepemilikan tanahnya di seluruh Kanada. Bila dijumlahkan jumlah tanah tersebut diperkirakan memiliki luas sekitar 27,87 hektar. Namun hingga saat ini BlackBerry masih belum memberikan konfirmasi soal harga tanah tersebut.
Penjualan tanah ini sendiri merupakan salah satu langkah terbaru yang diambil oleh CEO John Chen demi meningkatkan pendapatan dan mengurangi pengeluaran. Bahkan pada bulan Januari silam, Fairfax Financial kembali menyuntikkan dana sebesar US$ 250 juta, setelah sebelumnya konsorsium tersebut setuju memberikan investasi senilai US$ 1 miliar pada tahun 2013.
Terkait penjualan lahan tersebut, banyak pihak yang menyebutkan bahwa BlackBerry tengah mempertimbangkan untuk memindahkan markas besarnya dari Kanada. Tetapi CEO Chen mengatakan bahwa kota Waterloo tetap akan menjadi global headquarter.
